Renunganku di Ramadhan 2025
![]() |
Renunganku di Ramadhan 2025 |
-Hilmy Almuyassar-
Jika aku diciptakan jadi makhluk lain dan melihat manusia, aku akan merasa kasihan pada mereka. Manusia makhluk lemah yang seolah-olah tampak kuat dan mampu melakukan banyak hal. Di saat yang sama manusia juga punya beban yang begitu besar–yang nggak dimiliki makhluk Tuhan lainnya.
Aku enggak tahu apakah ada penulis, ilmuan atau agamawan yang sudah membahas dan menjawab ini. Anggapanku bahwa manusia adalah makhluk yang kasihan berangkat dari sebuah video, di situ seorang atheis diberi beberapa pertanyaan. Salah satu pernytanyaannya yang bakal jadi persoalan di tulisan ini, begini:
"Kalau diberi pilihan untuk hidup, kamu akan hidup sebagai malaikat atau manusia?"
Si atheis menjawab "Tentu saja menjadi malaikat, tugasnya jelas dan tidak dikenai beban akibat masuk surga atau neraka. Buat apa capek-capek jadi manusia."
Video itu dipost temanku di status WA-nya belum lama ini. Lanjutan dialog di video itu, jujur saja, tidak cukup memuaskan. Seperti ada yang tidak lengkap, hingga akhirnya menghantuiku dengan pertanyaan-pertanyaan baru–aku harap pikiran ini selesai di akhir Ramadhan nanti.
Pertanyaannya yaitu, kenapa Tuhan seakan-akan berkehendak semaunya dan tidak memberi kita pilihan untuk hidup menjadi apa? Bagi saya yang beragama Islam pertanyaan tersebut sudah terjawab lewat dalil, kalau enggak salah ada dalil yang menjelaskan bahwa manusia dulu pernah ditanya oleh Tuhan, apakah kau ingin menjadi manusi? Dan dulu di alam ruh kita mau menerimanya. Tapi lalu ingatan kita di hapus.
Lantas bagaimana menjelaskan kenapa kita diciptakan menjadi manusia secara logis kepada atheis. Tentu saja dalil di atas tadi akan mental buat mereka. Ini juga yang jadi pertanyaanku selanjutnya, bagaimana menjelaskan secara logis kenapa kita diciptakan menjadi manusia tanpa dalil?
Seperti yang aku bilang sebelumnya mungkin penulis lain, ilmuan atau agamawan sudah menjelaskan perkara yang jadi pertanyaanku. Hanya saja aku belum menemukannya.
Lalu apa kaitannya manusia makhluk yang kasihan dengan pertanyaan-pertanyaanku tadi?
Aku juga tak tahu pasti sebetulnya. Aku enggak punya benang penghubung untuk itu. Tapi ketika aku merenungkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, sampailah pada kesimpulan bahwa manusia adalah makhluk yang kasihan dengan alasan:
- kita pernah menerima tawaran diciptakan jadi manusia tapi dibuat lupa selupa-lupanya.
- Kemudian, manusia punya freewill atau kehendak pribadi yang "penggunaannya" mesti dilakukan secara hati-hati–bayangkan kalau kita cuma jadi kucing. Kalau serampangan manusia akan terkena banyak hukuman, mulai dari hukuman sosial di dunia sampai masuk neraka.
Kasihan? Tentu
Masalahnya, sudah dikasih beban harus hati-hati dengan freewill dari tuhan, manusia juga kerap jadi korban manusia-manusia lain yang dzalim. Entah dirampok, dibunuh, ditipu, dll. Pendzolimnya juga mulai dari manusia yang ekonominya rendah, ekonominya tinggi sampai yang berpangkat, berjabatan.
Tambah kasihan lagi, sudah jadi manusia, ditakdirkan tinggal di negara yang kasus korupsinya banyak dan konstitusinya problematik pula.
Bayangkan kalau kita tinggal seperti di negara Konoha. Kita tahu negera Konoha belakang lagi aktif banget nimbun masalah. Masalah-masalah itu dirangkum oleh Arini (2025) yang di antaranya:
- Korupsi Benih Lobster Eks Menteri Kelautan dan Perikanan
- Korupsi Dana Bansos Covid-19 Eks Mensos
- Korupsi Pengadaan Pesawat PT. Garuda Indonesia
- Kasus Tata Niaga Timah Circle Harvey Moeis
- Pertamax Oplosan
- Kasus BLBI (yang sampai sekarang belum selesai)
- Penyerobotan Lahan PT Duta Palma Group
- Kasus Korupsi Migas PT TPPI
- Korupsi PT Asabri dan Jiwasraya (yang sampai sekarang belum selesai juga)
- Korupsi Izin Ekspor Minyak Sawit
- Korupsi Proyek BTS 4G
- Kasus Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Pupuk Indonesia
- Kasus Korupsi Tom Lembong
- Kasus Korupsi Dana Desa (yang dipake bayar biduan)
- Kasus Korupsi Pengadaan APD di Menkes
- Tiba-Tiba Paman di MK Ketok Palu (Pilpres dan Pilkada)
- Pagar Laut
- Minyakita (2025)
- Pameran Galnas soal Ketahanan Pangan Dibatalkan (2025)
- Band Punk Sukatani (2025)
- Korupsi PT Antam (2025)
- Korupsi Bank BJB (2025)
- Korupsi PT Waskita Karya (2024)
- Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (2024)
- IKN Mangrak
- Foodestate yang nirfaedah
- Pajak naik
- Coretax
- Bahlil
- BPJS gak jelas
- Makan Bergizi dan bully-an Pe-A
- RUU TNI
- Pencabulan oknum polisi
- Tapera
- Pembunuhan warga sipil
- Arogansi klakson mobil orang-orang plat merah dan omong kosong stafsus
- Pemblokiran Paypal
- RUU Penyiaran
Tentu saja kita bakal jadi manusia yang kasihannya kasihan banget-banget-banget.
Lantas apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi kenyataan-kenyataan itu?
Aku berpegang pada hadis: "Aku (Tuhan) sesuai prasangka hamba-Ku." Jika manusia—terutama di Konoha—adalah makhluk paling kasihan, maka aku yakin Tuhan pun tak akan tega membiarkan mereka tanpa secercah kebahagiaan.
Komentar
Posting Komentar